Postingan

5 Tempat Terlarang di Dunia & Sulit untuk Dikunjungi Siapapun, Tertarik untuk Mendatanginya?


Planet bumi yang cantik ini memiliki banyak keajaiban yang menakjubkan.
Banyak tempat di bumi yang belum dieksplorasi oleh manusia.
Di antaranya lima tempat ini yang dari tampilannya, manusia tidak diizinkan menginjakkan kakinya di sana.
Beberapa alasan seperti terlalu berbahaya, tempat yang dilindungi, hingga terlalu misterius membuat banyak orang penasaran.
Tak hanya itu, beberapa di antaranya juga memiliki akses terbatas dan dan bahkan diblokir sepenuhnya oleh pihak berwenang.
Siapapun belum pernah menginjakkan kakinya di 5 tempat terlarang ini.
Tempat apa saja sih itu?
Melansir dari Tapoos pada Kamis (21/12/2017) simak selengkapnya di sini!

1. Snake Island, Brasil

Snake Island (Tapoos)
Ilha da Queimada Grande atau yang dikenal dengan sebutan Pulau Ular adalah sebuah pulau di pantai lepas Brasil.
Jaraknya kira-kira 20 mil dari Pantai Sao Paolo dan merupakan rumah bagi ribuan spesies ular berbisa.
Pulau ini adalah pulau yang paling berbahaya di seluruh dunia untuk dikunjungi.
Pulau ini unik karena juga menjadi rumah bagi spesies ular paling mematikan di dunia yaitu Golden Lancehead Viper.
Ular ini sangat berbisa sehingga racunnya bisa merasuk melalui kulit dan daging manusia.
Dipercaya ada lebih dari 4 ribu ekor Golden Lancehead yang tinggal di pulau ini.

2. The Sentinel Islands

The Sentinel Islands (Tapoos)
Pulau Sentinel Utara mungkin adalah sebuah pulau paling misterius dan terpencil yang belum pernah dikunjungi manusia modern.
Pulau ini dihuni oleh sekitar 50 hingga 500 suku setempat yang tinggal di sana selama hampir 60 ribu tahun dan terputus dengan dunia luar.
Pulau ini terletak jauh ke Teluk Benggala, di Samudera Hindia.
Memiliki ukuran seperti Manhattan dan merupakan rumah bagi suku Sentinelese.
Pulau ini menjadi terkenal pada tahun 2006 setelah penduduk suku tersebut membunuh dua nelayan yang mencoba mendekati pulau tersebut.
Menurut Survival International, suku tersebut harus ditinggalkan sendiri karena intervensi bisa saja menghapus suku ini.
Mereka tidak memiliki kekebalan terhadap virus dan penyakit modern serta sistem imunitas yang sama seperti manusia masa kini.
Upaya komunikasi pun sudah dilakukan dan ditolak dengan kekerasan dan permusuhan.
Mereka kerap melemparkan panah pada helikopter yang terbang rendah.

3. Chernobyl

Chernobyl (Tapoos)
Chernobyl adalah kota yang ramai dengan lebih dari 16 ribu penduduk di Republik Sosialis Soviet Ukraina Utara yang merupakan bagian dari Uni Soviet.
Tapi semuanya berubah pada tahun 1986 ketika bencana melanda di reaktor nuklir di Chernobyl.
Awalnya pejabat Rusia mencoba menyembunyikan kejadian ini.
Dan orang-orang di daerah tersebut diberitahu untuk membawa satu koper saat mereka dievakuasi dengan gagasan bahwa mereka akan segera kembali.
Namun, radiasi yang ditimbulkan tersebut tidak surut dan hampir sebanyak 400 bom atom meledak sekaligus.
Awan radioaktif pun terdeteksi hingga Swedia dan militer Uni Soviet membentuk Zona Ekstraksi.
Kota Chernobyl sekarang adalah kota hantu dan salah satu daerah yang paling mengandung radioaktif di dunia.

4. Heard Island, Australia

Heard Island (Tapoos)
Ini adalah pulau vulkanik yang tandus dan aktif yang terletak di titik tengah antara Australia dan Afrika Selatan.
Ia berada di bawah yuridiksi Australia dan dianggap pulau terpencil di dunia saat ini.
Karena tidak tersentuh oleh manusia, pulai ini menjadi rumah bagi sejumlah besar spesies burung yang beragam.
Termasuk juga pinguin, anjing laut, dan berbagai burung laut.
Tempat ini benar-benar terlarang kecuali bagi peneliti dan ilmuwan yang menjalani proses pemeriksaan terperinci agar diizinkan mengaksesnya.
Mereja juga tidak bisa begitu saja tiba di pulau ini. Untuk mencapai pulau memakan waktu setidaknya membutuhkan dua minggu melalui laut dari Australia melalui beberapa rute samudra yang paling berbahaya.

5. Lascaux Caves, Perancis

Lascaux Caves (Tapoos)
Terletak di barat laut Perancis, ini adalah rangkaian gua yang kompleks dan merupakan rumah bagi lukisan gua Paleolitik yang tekenal.
Gambar tersebut diyakini berusia 17 ribu tahun dan sebagian besar menggambarkan hewan besar.
Penggalian fosil di daerah tersebut telah menunjukkan bahwa hewan-hewan ini memang tinggal di daerah ini.

Gua ini adalah situs warisan dunia UNESCO dan terbuka bagi umum hingga tahun 2008.

Namun setelah wabah jamur, akses hanya diberikan kepada sejumlah peneliti, ilmuwan, dan antropolog. (*)

Di 2018, Kita Akan Melihat Lubang Hitam untuk Pertama Kali


Info Astronomy - Bila Anda pernah menonton film Interstellar (2014), Anda mungkin pernah melihat adegan astronot yang mendekati lubang hitam bernama gargantua. Di tahun 2018 mendatang, kita akan melihat wujud lubang hitam seperti itu yang sebenarnya untuk pertama kali.
Ya, kita akan melihat -- untuk pertama kalinya -- cakrawala peristiwa dari lubang hitam. Hal ini dilakukan semata-mata untuk membuktikan keraguan tentang adanya monster antarbintang yang pertama kali diprediksi oleh Albert Einstein tersebut.
Pada relativitas umum Einstein, cakrawala peristiwa adalah perbatasan dalam ruang-waktu, suatu daerah disekitar lubang hitam yang di dalamnya peristiwa-peristiwa tidak dapat memengaruhi pengamat yang berada di luar.

Walaupun sebenarnya para astronom telah lama melihat aktivitas-aktivitas tak biasa di sekitar lubang hitam, seperti terhisapnya materi sebuah bintang dan awan gas, tidak ada yang benar-benar pernah menatap langsung ke lubang hitam tersebut.

Apa yang kita bisa harapkan untuk dilihat pada tahun 2018 adalah, siluet cakram lubang hitam supermasif di jantung galaksi kita. Diperkirakan, kenampakannya akan sangat mirip dengan gargantua pada film Interstellar tadi. Gargantua sendiri memang dianggap sebagai ilustrasi paling mendekati bentuk lubang hitam yang sebenarnya.

"Salah satu hal yang sangat bagus tentang hal ini adalah, kita akan mengambil gambar cakrawala peristiwa lubang hitam," kata astrofisikawan dari Universitas Monash, Profesor Michael Brown. "Ini benar-benar akan melengkapi penemuan gelombang gravitasi yang menarik tahun ini."

Lubang hitam yang akan kita lihat terletak di pusat galaksi Bimasakti, yang dikenal sebagai Sagitarius A. Proyek untuk menangkap gambar pertama dari Sagitarius A sendiri telah dimulai pada bulan April tahun ini.
Teleskop radio di seluruh dunia telah disinkronkan untuk menatap ke arah pusat Bimasakti di mana lubang hitam supermasif kita berada. Gabungan teleskop radio ini pun menghasilkan teleskop radio seukuran Bumi yang mampu melakukan pengambilan gambar dengan resolusi luar biasa tinggi dalam jarak yang sangat jauh.
Seluruh data dari masing-masing teleskop radio ini kini telah dikumpulkan, sedang diproses untuk menyaring gangguan yang ada di latar belakang. Waktu pemrosesan ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2018, di mana kita akhirnya bisa melihat gambar pertama dari lubang hitam.

Ilustrasi wajah lubang hitam yang diperkirakan akan kita lihat nanti.


Kredit: Monika Moscibrodzka (Radboud University)

Sagitarius A

Di jantung setiap galaksi di alam semesta, ada sebuah monster kosmis berupa lubang hitam supermasif, termasuk galaksi kita. Berjarak kurang lebih 26.000 tahun cahaya jauhnya, lubang hitam supermasif di galaksi kita menjadi pusat kelilingi miliaran bintang. Inti dari lubang hitam supermasif tersebut sendiri adalah singularitas yang jutaan kali lebih masif dari pada Matahari.

Lubang hitam supermasif adalah monster kosmis yang tak terduga. Mereka dapat "tertidur" selama berabad-abad, sebelum secara tiba-tiba aktif "memakan" material di sekitarnya, berkobar sebagai quasar, melontarkan jet-jet partikel subatomik yang super panas ke ruang antargalaksi.

Karena berada sangat jauh dari Bumi, kita selama ini kesulitan untuk mengamati Sagitarius A. Terlebih lagi, ada awan dan debu antarbintang gelap yang memblok Sagitarius A dari pandangan teleskop optik di Bumi. Walau begitu, gelombang radio bisa melewati awan dan debu antarbintang seperti itu tanpa hambatan. Itulah mengapa misi pemotretan Sagitarius A ini menggunakan teleskop radio.

Dikutip dari siaran pers Observatorium Astronomi Radio Nasional (NRAO) AS, "Para astronom berharap dapat menangkap lubang hitam pusat galaksi kita yang sedang aktif memakan material di sekitarnya untuk lebih memahami bagaimana lubang hitam mempengaruhi evolusi alam semesta kita dan bagaimana perannya dalam membentuk bintang dan galaksi."

Penasaran bagaimana wujud lubang hitam supermasif yang sebenarnya? Mari kita tunggu.