Postingan
4 Raksasa Mengerikan Yang Menjadi Sebuah Misteri
Raksasa sering di gambarkan dengan sosok monster mengerikan yang memiliki tubuh besar dan kejam. Dalam sebuah legenda diceritakan bahwa raksasa adalah seorang manusia yang memiliki turunan dari para dewa. Namun ada seorang raksasa yang masih diragukan keberadaannya. Seperti yang dikutip kejadiananeh.com (12/12/2016) inilah beberapa raksasa yang keberadaanya di anggap nyata.
1. Goliat Dari Gat.
Dalam sebuah agama Samawi atau Abrahamik ada sebuah kisah tentang prajurit Israel berduel dengan Goliat yang bertubuh tinggi dan besar. Namun tidak ada yang berani melawan raksasa itu, datanglah seorang pengembala domba yang menerima tantangan tersebut dan berhasil mengalahkannya.
2. Cyclops-Greek.
Raksasa ini merupakan makhluk mitos yang berwujud besar dan hanya memiliki satu mata di dahinya. Makhluk ini dikenal sangat rakus dan memiliki kekuatan yang dahsyat. Bahkan hanya dewa Zeus lah yang dapat menaklukannya, karena dewa ini telah membebaskan raksasa ini dari penjara Cronous.
3. Troll.
Makhluk ini banyak dikenal di beberapa negara seperti Denmark, Norwegia, Islandia dan Swedia. Raksasa ini biasanya hidup di hutan dan gunung-gunung. Jika ada manusia yang mengganggu wilayahnya, maka raksasa ini tidak segan-segan untuk membunuh dan memakannya.
4. Raksasa Jotunheim.
Makhluk mitologi ini berada di wilayah Eropa. Makhluk ini juga dikenal dengan raksasa api yang mempunyai kekuatan mengeluarkan api yang sangat panas. Sedangkan Utgard adalah kebalikannya, yaitu seekor makhluk es. Meskipun berbeda wilayah kedua makhluk ini tetap akur dan sama-sama membenci para dewa.
Itulah beberapa raksasa yang masih menjadi sebuah misteri. Dimana makhluk-makhluk tersebut banyak yang mengatakan masih hidup dan berkeliaran di beberapa wilayah tertentu. Jika kalian ingin mengkeritik ataupun menambahkan, bisa mengomentari dikolom yang sudah disediakan.
'Gerbang Neraka' Di Siberia Terus Berkembang Sampai Tingkat Mengkhawatirkan
'Gerbang Neraka' meluas hingga 98 kaki per tahun saat permafrost menghangat. Kawah tersebut terbuka untuk mengungkapkan hutan purba dan keingintahuan lainnya.
Kembali di tahun 1960an, penghilangan hutan secara cepat di bagian Siberia Timur mengakibatkan hilangnya naungan selama bulan-bulan musim panas. Sinar matahari menghangatkan tanah, sebuah kondisi yang ditambah dengan hilangnya keringat "dingin" pohon, yang juga pernah membantu tanah untuk tetap dingin. Saat permukaan tanah memanas, lapisan-lapisan di bawahnya, seperti lapisan es mulai mencair, tanah mulai runtuh perlahan. Lebih banyak tanah yang ambruk, lebih banyak es terkena suhu yang lebih hangat, dengan demikian lahirlah kawah Batagaika.
Kawah yang secara resmi bernama"Megaslump" atau "Thermokarst", lebih dikenal orang Yakutian setempat sebagai "Gerbang Neraka". Kawah ini bukan hanya kawah terbesar di kawasan ini, namun yang terbesar di dunia. Kawah itu semakin besar, setiap harinya.
Kawah itu terletak 410 mil timur laut ibu kota wilayah Yakutsk. Periset mengatakan bahwa kawah sepanjang 6 meter dan 282 kaki berkembang dengan cepat. Dinding kawah telah membengkak sekitar 33 kaki per tahun rata-rata selama satu dekade terakhir pengamatan. Namun, karena belakangan ini Bumi memiliki tahun-tahun yang lebih hangat daripada beberapa dekade sebelumnya, maka kawah mulai menunjukkan pertumbuhan dramatis hingga 98 kaki per tahun. Sisi kawah kemungkinan akan mencapai lembah terdekat saat musim panas mendekat, yang selanjutnya bisa mempercepat keruntuhannya. "Rata-rata selama bertahun-tahun, kita telah melihat bahwa tidak ada banyak percepatan atau perlambatan dari tingkat ini, namun terus berkembang," kata Frank Günther dari Alfred Wegener Institute kepada BBC, "Dan pertumbuhan yang berkesinambungan berarti kawah menjadi lebih dalam dan Lebih dalam setiap tahun.".
Selain dari ketidaknyamanan yang nyata, permukaan planet ini akan runtuh menimpa dirinya sendiri. Planet ini juga akan mendapat konsekuensinya juga. Konsekuensinya adalah tereksposnya gudang karbon yang telah tersimpan di permafrost selama ribuan tahun. "Perkiraan karbon yang tersimpan di permafrost adalah jumlah yang sama dengan apa yang ada di atmosfer," kata Gunther. "Inilah yang kami sebut umpan balik positif," tambahnya. "Pemanasan mempercepat pemanasan, dan kejadian ini bisa berkembang di tempat lain.".
Penelitian baru mengungkapkan bahwa setidaknya ada sisi baik dari adanya lapisan atau endapan baru yang terpapar, peneliti dapat memperoleh gambaran tentang data iklim selama 200.000 tahun. Penelitian tersebut dipimpin oleh Julian Murton dari Universitas Sussex, yang mengatakan bahwa endapan terbuka dapat berguna untuk memahami bagaimana iklim Siberia berubah di masa lalu, dan memprediksi bagaimana hal itu akan berubah di masa depan






