Postingan

Tips merawat mata

   Kita terkadang sering lupa untuk merawat kesehatan mata. Padahal mata termasuk dalam lima indera terpenting dalam tubuh manusia. Tanpa mata, kita tidak bisa melihat keindahan dunia dan wajah orang-orang terdekat kita. Untuk memastikan mata tetap sehat seiring dengan bertambahnya usia, berikut adalah sepuluh cara merawat kesehatan mata, seperti dilansir Ehow.
1. Makan banyak buah-buahan dan sayuran

Wortel sarat akan beta karoten yang sangat membantu dalam menjaga kesehatan mata. Itu dikarenakan beta karoten merupakan antioksidan yang dapat mengurangi risiko degenerasi makula. 

2. Hindari memakai lensa kontak selama lebih dari 19 jam 

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan mata permanen serta ketidaknyamanan pada mata Anda. Jangan pula memakai kacamata terlalu lama.

3. Kurangi penggunaan tetes mata

Mengurangi pemakaian obat tetes mata. Menggunakan tetes mata untuk mengatasi mata merah boleh saja, namun hanya sesekali. Jika berlebihan, itu malah akan merusak kesehatan mata Anda.

4. Gunakan mentimun 

Gunakan mentimun untuk mengompres kelopak mata Anda. Taruh irisan mentimun yang dingin dan lembut di atas kelopak mata selama 10 menit sebelum tidur di malam hari untuk mencegah bengkak.

5. Pakailah kacamata hitam pelindung UV

Gunakan lensa yang terpolarisasi, bukan hanya sekadar lensa yang gelap. Kacamata hitam pelindung UV diperlukan untuk melawan paparan dari sinar matahari.

6. Hindari duduk terlalu lama di depan komputer

Untuk menjaga kesehatan mata, cobalah untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar komputer. Hal itu dapat membuat mata lelah. 

7. Kenakan kacamata di saat yang tepat

Pastikan untuk memakai kacamata atau memakai pelindung mata lainnya ketika bekerja di sekitar bahan kimia atau tempat dengan partikulat udara yang berbahaya.

8. Jangan membaca dalam cahaya redup

Untuk menjaga kesehatan mata, hindari membaca dalam cahaya lampu yang redup yang bisa menyebabkan ketegangan mata. Jika mata terasa lelah, berhenti untuk sementara waktu dan beristirahat.

9. Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang

Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang. Jangan fokuskan mata Anda pada sinar matahari, karena dapat merusak mata Anda.

10. Melatih mata dan membuatnya untuk bersantai

Cobalah memfokuskan mata pada suatu obyek yang dekat dengan Anda, sebuah obyek yang agak jauh. Ulangi proses ini beberapa kali.
Duduklah, tempatkan siku di pinggul, tutup mata dan tutup mata dengan telapak tangan Anda. Jauhkan telapak tangan yang menutupi mata Anda selama 10 detik. Buka mata Anda dan ulangi seperlunya. 

Inilah sepuluh cara untuk menjaga kesehatan mata. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Rawatlah mata Anda karena tanpa itu Anda tidak akan bisa melihat indahnya dunia.

5 Penyebab pertambahan berat pada tubuh

Pertambahan bobot bisa terjadi karena gaya hidup. Termasuk ketika seseorang melakukan berbagai kebiasaan-kebiasaan di malam hari.

Nah, apa saja kebiasaan-kebiasaan yang kerap dilakukan secara tidak sadar, tapi bisa berefek pada kenaikan bobot seseorang? Yuk simak pemaparannya berikut ini.



1. Tidak merencanakan dengan matang cemilan di malam hari

Bersantai di malam hari sambil bercengkerama atau menonton TV lebih asyik dilakukan sambil ngemil. Namun, pastikan sebelumnya Anda menghitung ekstra kalori total harian.

"Jika Anda memilih makan besar sebagai camilan di kala santai, pastinya berat badan Anda bisa bertambah. Jika memang ingin ngemil di malam hari, tambahkan beberapa aktivitas fisik di siang harinya atau kurangi sedikit porsi makan malam sebagai kompensasi," tutur ahli bedah bariatrik dan direktur medis di MemorialCare Center for Obesity, Orange Coast Memorial Medical Center, California, Peter LePort, MD.

2. Ngemil di depan TV tanpa berpikir

Penelitian menunjukkan makan dengan adanya gangguan tidak hanya memengaruhi berapa banyak porsi asupan yang dikonsumsi tetapi juga ingatan Anda akan jumlah makanan yang diasup. Sehingga, wajar jika tanpa sadar Anda sudah menghabiskan sekantong keripik kentang saat menyaksikan tayangan di TV.

"Bahkan wortel memiliki kalori. Jadi jika Anda makan tanpa memperhatikan apa dan berapa porsi asupannya, berat badan bisa naik. Untuk itu, penting mengukur berapa porsi cemilan yang disediakan sebelumnya," kata LePort kepada Prevention.

3. Mengecek gadget sebelum tidur

Cahaya biru yang dipancarkan gadget, termasuk televisi bisa memengaruhi siklus tidur seseorang. Sehingga, disarankan minimal matikan segala rupa gadget satu jam sebelum tidur. Sebab, cahaya biru dan suara dari perangkat elektronik itu bisa menghambat tidur Anda.

LePort mengatakan, ketika Anda tidak bisa mendapat tidur yang nyenyak, maka Anda tidak bisa mendapat komponen untuk menjaga pikiran dan tubuh agar tetap sehat. 
4. Lama di tempat tidur, tapi tak langsung tidur

Hanya berguling-guling di tempat tidur tanpa bisa tertidur pastinya justru memperpendek waktu tidur Anda. Padahal, tidak mendapat waktu tidur cukup bisa membuat berat badan naik. Menurut penelitian di Harvard University yang dilakukan selama 16 tahun, wanita yang mendapat waktu tidur 5 jam atau kurang tiap malam 30 persen lebih mungkin mengalami kenaikan bobot sebanyak 7,2 kg.

5. Menyetel alarm terlau lambat

Ketika Anda mengatur alarm agar berbunyi dekat-dekat dengan jam beraktivitas, sebaiknya mundurkan lagi waktu bangun di alarm Anda. Ketika memiliki waktu yang terlalu mepet, bukan tak mungkin sarapan akan terlewatkan.

Padahal, ketika sarapan terlewatkan bukan tak mungkin di siang dan sore harinya seseorang cenderung inging ngemil makanan yang tak sehat. Apalagi, sarapan penting dilakukan karena tubuh butuh energi untuk bisa beraktivitas.

Penyebab perut buncit




Sebuah penelitian yang baru dirilis menemukan fakta bahwa lemak di tubuh manusia bukan hanya dipengaruhi faktor konsumsi ataupun aktivitas, melainkan keberadaan bakteri dalam sistem pencernaan.

Dilansir dari Time, penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Kings College London menemukan fakta bahwa semakin beragam keberadaan bakteri dalam sistem pencernaan seseorang, maka peluang menumpuk lemak visceral semakin kecil.

Lemak visceral adalah lapisan lemak yang menempel atau berada di sekitar organ dalam abdominal atau di sekitar perut. Lemak ini yang sering dikaitkan dengan kasus perut buncit.
Keberadaannya dianggap berbahaya jika berlebih karena akan menimbulkan risiko gangguan metabolisme seperti diabetes, atau penyakit kardiovaskular seperti jantung.

Dalam penelitian sebelumnya, keberadaan bakteri pencernaan juga dikaitkan dengan kondisi kegemukan seseorang. Namun Michelle Beaumont dan rekan-rekannya di Kings Collage beranggapan kegemukan tersebut masih belum jelas berasal dari otot atau lemak.

Maka Beaumont dan ilmuwan lain memutuskan mencari tahu pengaruh bakteri pencernaan terhadap lemak tubuh. Mereka menganalisis 1.300 kembar dengan uji tinja dan pemindaian X-ray seluruh tubuh untuk membedakan keberadaan lemak visceral.

Para peneliti kemudian menemukan fakta bahwa keberagaman mikrobiom atau bakteri pencernaan yang tinggi pada seseorang menurunkan risiko terjadi kegemukan. Hasil tersebut dipublikasikan dalam jurnal Genome Biology.

Beaumont dan tim menemukan ketika kondisi bakteri pencernaan kurang beragam maka keberadaan lemak visceral pada seseorang semakin banyak. Artinya, semakin besar peluang terjadi perut buncit yang diikuti faktor risiko penyakit metabolisme dan kardiovaskular.

"Temuan kunci yang kami temukan adalah hubungan antara mikrobiom lebih kuat terkait lemak visceral dibandingkan dengan parameter lain penyebab obesitas," kata Beaumont.

"Dan karena lemak visceral punya banyak implikasi untuk penyakit jantung dan metabolisme, mungkin penelitian harus mulai meninjau pengukuran sesungguhnya dari lemak dibandingkan sekadar bobot tubuh," lanjutnya.

Meski telah menemukan hubungan antara keberadaan bakteri dengan lemak visceral, namun belum jelas apakah pengubahan kondisi bakteri pencernaan akan berdampak pada bobot tubuh seseorang. 

Beberapa makan dan minuman yang dapat merusak gigi

      Senyum cerah dan gigi putih tentu penting untuk meningkatkan rasa percaya diri. Namun, usia yang bertambah akan membuat gigi kita bertambah kusam. Selain itu, pola makan yang buruk juga dapat memudarkan warna putih mutiara dan membuat gigi menguning.
Sejalan usia, enamel permukaan mulai retak dan mengikis dentin, membuat zat-zat makanan, termasuk warna makanan, terserap ke arahnya. Inilah yang menyebabkan noda menempel menjadi plak dan tartar pada gigi dan akhirnya membuat penampilan gigi menjadi kuning, menurut American Dental Association and Crest.
Anda mungkin akan terkejut makanan apa saja yang bisa membawa malapetaka pada kesehatan gigi Anda. Identifikasi dan hindari mengonsumsi makanan penyebab gigi menguning ini.
1. Teh hitam
Jenis teh mengandung banyak tanin bisa menodai gigi Anda lebih cepat daripada jika Anda mengonsumsi teh hijau.
Jika Anda masih ingin mengonsumsi teh, Anda dapat mengganti teh hitam dengan teh hijau atau teh putih untuk mengurangi efek tanin.
2. Minuman manis dan soda
Banyak merek soda, minuman manis dan minuman olahraga mengandung asam sitrat, gula asam, dan asam fosfat, yang akan mengikis enamel dalam jangka panjang, terutama jika Anda meminumnya tanpa menyikat gigi atau berkumur sesudahnya.
Minuman-minuman itu sering mengandung pewarna karamel yang dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi.
3. Penambah rasa
Kecap, cuka dan saus juga bisa membuat warna gigi berubah. Jika Anda menggunakannya terlalu banyak dalam memasak, jangan heran jika Anda menemukan gigi Anda jadi lebih menguning, meski Anda tidak merokok atau minum kopi dan soda.
4. Berbagai rempah-rempah
Beberapa rempah-rempah seperti kunyit, cabai atau rempah kari rempah-rempah bisa menghitamkan gigi Anda, karena mereka mudah melekat pada enamel. Inilah sebabnya, mengapa sebaiknya Anda menyikat gigi segera setelah memakannya.
5. Jus buah
Meski dalam banyak hal, jus lebih baik dari kopi, tapi dalam hal mengubah warna gigi - mereka memiliki efek yang sama.
Jus mengandung kualitas asam yang dapat mengikis enamel Anda. Tapi, ini berlaku untuk jus dalam kemasan, bukan jus segar buatan sendiri.
6. Wine
Wine merah dan putih mengandung tanin dan polifenol, yang berkontribusi terhadap perubahan warna gigi menjadi lebih kusam. Selain itu, anggur putih memiliki sifat asam yang dapat mengikis enamel Anda jika Anda meminumnya terlalu sering.